Jumat, 17 Juli 2009

Beda MLM Syariah dengan MLM Konvensional

MLM SYARIAH JALAN SUKSES HALAL DAN BERKAH.... BERGABUNGLAH HANYA DENGAN MLM SYARIAH... TINGGALKAN YANG RIBA SEKARANG JUGA....
===

Secara sepintas MLM Syariah bisa saja tampak tidak berbeda dengan praktek-praktek bisnis MLM konvensional. Namun, kalau kita telaah lebih jauh dalam proses operasionalnya, ternyata ada beberapa perbedaan mendasar yang cukup signifikan antara kedua varian MLM tersebut.
Pertama, sebagai perusahaan yang beroperasi syariah, niat, konsep, dan praktek pengelolaannya senantiasa merujuk kepada Alqur’an dan Hadist Rasulullah SAW. Dan untuk itu struktur organisasi perusahaan pun dilengkapi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari MUI untuk mengawasi jalannya perusahaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.
Kedua, usaha MLM Syariah pada umumnya memiliki visi dan misi yang menekankan kepada pembangunan ekonomi nasional (melalui penyediaan lapangan kerja, produk-produk kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah di tanah air) demi meningkatkan kemakmuran, kesejahteraan, dan meninggikan martabat bangsa.
Ketiga, sistem pemberian insentif disusun dengan memperhatikan prinsip keadilan dan kesejahteraan. Dirancang semudah mungkin untuk dipahami dan dipraktekkan. Selain itu, memberikan kesempatan kepada distributornya untuk memperoleh pendapatan seoptimal mungkin sesuai kemampuannya melalui penjualan, pengembangan jaringan, ataupun melalui kedua-duanya.
Keempat, dalam hal marketing plan-nya, MLM Syariah pada umumnya mengusahakan untuk tidak membawa para distributornya pada suasana materialisme dan konsumerisme, yang jauh dari nilai-nilai Islam. Bagaimanapun, materialisme dan konsumerisme pada akhirnya akan membawa kepada kemubaziran yang terlarang dalam Islam.
Poin-poin penting dalam MLM Syariah
1.Niat
- Kasbil Halal (memperoleh penghasilan yang halal)
- Irtifah Ummah (mengangkat derajat ekonomi umat)
- Muamalah Islami (melakukan perniagaan secara Islami)
2.Prinsip
- Sesuai dengan prinsip-prinsip Muamalah Islam
3.Orientasi
- Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat
4.Komoditi
- Halalan Thayiban (Halal lagi Baik)
5.Pembinaan
- Tarbiyah, Ukhuwah, Dakwah bil Hal
6.Strategi Pemasaran
- Akhlaqul Karimah, memenuhi rukun jual beli, ikhlas
7.Strategi Pengembangan Jaringan
- Metode Silaturahmi dan Ukhuwah
8.Keanggotaan
- Muslim
- Non Muslim, dengan syarat mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan
9.Sistem Pendapatan
- Lebih adil dan mensejahterakan
10.Alokasi Pendapatan
- Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Kemaslahatan Umat Islam
11.Sistem Pengelolaan
- Amanah
12.Pengawas Syariah
- Dewan Pengawas Syariah dari MUI Pusat

Edisi ke-3/Thn 1/Februari 2004, Majalah Network Business


Tidak ada komentar: